• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
Blue Orange Green Pink Purple

cerita kisah aku kau dan dia

perjalanan hidup yg panjang...penuh dengan liku liku tajamnya dugaan...hingga kadangkala kita tersungkur..lemah...namun lemah itu lah yang membangkitkan semangat hingga kita mampu bangkit kembali dan meneruskan perjalanan hingga ke titik akhir

entri ke enam

Suatu ketika, Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar dan Uthman berkunjung sebagai tetamu ke rumah Ali. Di sana mereka dijamu oleh Fatimah, puteri Rasululllah SAW sekaligus isteri Ali bin Abi Thalib. Fatimah menghidangkan untuk mereka semangkuk madu. Ketika mangkuk itu diletakkan,sehelai rambut jatuh melayang dekat mereka. Rasulullah SAW segera meminta para sahabatnya untuk membuat perbandingan terhadap tiga benda tersebut, iaitu mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut.



Abu Bakar yang mendapat giliran pertama segera berkata, “iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut”.

Rasulullah SAW tersenyum, lalu menyuruh Umar untuk mengungkapkan kata-katanya. Umar segera berkata, “kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Rajanya lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Rasulullah SAW kembali tersenyum, lalu berpaling kepada Uthman seraya mempersilakannya untuk membuat perbandingan tiga benda di hadapan mereka. Uthman berkata, “ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Rasulullah SAW kembali tersenyum kagum mendengar perumpamaan yang disebutkan para sahabatnya itu. Baginda pun segera mempersilakan Ali bin Abi Thalib untuk mengungkapkan kata-katanya. Ali berkata, “tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Rasulullah SAW segera mempersilakan Fathimah untuk membuat perbandingan tiga benda di hadapan mereka. Fathimah berkata, “seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik. Wanita yang mengenakan purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tidak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Setelah mendengarkan perumpamaan dari para sahabatnya, Rasulullah SAW segera berkata, ‘seorang yang mendapat taufiq untuk beramal lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini. Beramal dengan perbuatan baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas, lebih sulit dari meniti sehalai rambut.”

Malaikat Jibril yang hadir bersama mereka, turut membuat perumpamaan. “menegakkan tiang-tiang agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik. Menyerahkan diri, harta dan waktu untuk agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehalai rambut”.

Allah SWT membuat perumpamaan dengan firmanNya dalam hadis Qudsi, “syurgaKu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu. Nikmat syurgaKu itu lebih manis dari madu dan jalan menuju ke syurgaKu lebih sulit dari meniti sehalai rambut”.

Wallahhualam..
Read More 0 comments | Posted by ladyhaneem edit post

0 comments



Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Color Paper

  • About
      About me. Edit this in the options panel.
  • About Me

    My Photo
    ladyhaneem
    nothing extraordinary about me... =)
    View my complete profile

    Labels

    • Hidup (1)
    • Reminder (2)

    Blog Archive

    • ▼ 2010 (12)
      • ► June (1)
      • ► April (1)
      • ▼ March (7)
        • entri ke sepuluh
        • entri ke sembilan
        • entri kelapan
        • entri ke tujuh
        • entri ke enam
        • entri kelima
        • kalau tak suka pulangkan
      • ► January (3)

    Followers

    titik titik hidup

    ini bukan cerita aku...tapi kisah kehidupan yang kadangkala perlu kita ambil sebagai pedoman dan panduan hidup...moga hidup kita sentiasa di jalan lurus yang diredhainya...Amin...tidak..saya tidak sempurna...tapi saya mencuba untuk berubah hari demi hari..InsyaAllah....dariMu kami datang...dan kepadaMu kami kembali...Allahuakbar

  • Search






    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright titik titik hidup. All rights reserved.
    Blogger Layout | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Studio House Design

    Back to Top